Nasional

Batang Bangun 3 TPS3R Senilai Rp1,8 Miliar, Bupati Faiz Targetkan Sampah Kota Berkurang 45 Ton per Hari

Patrazone.com — Gunungan sampah yang terus meningkat di Kabupaten Batang kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Tidak lagi dipandang sekadar persoalan kebersihan, sampah kini dianggap sebagai tantangan lingkungan yang membutuhkan solusi jangka panjang dan sistem pengelolaan modern.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan pun mulai mengambil langkah besar.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemerintah Kabupaten Batang mengalokasikan anggaran Rp1,8 miliar untuk membangun tiga unit Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di kawasan perkotaan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Randu Kuning yang selama ini menanggung beban sampah harian dalam jumlah besar.

Tiga TPS3R Dibangun di Kawasan Strategis

Kepala DLH Kabupaten Batang, Rusmanto, menjelaskan pembangunan TPS3R dilakukan di tiga titik strategis di Kecamatan Batang, yakni Kelurahan Kauman, Kasepuhan, dan Proyonanggan Selatan.

Masing-masing lokasi mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp600 juta, termasuk pembangunan fisik dan pengadaan mesin pengolah sampah.

“Lokasinya di Kelurahan Kauman, Kasepuhan, dan Proyonanggan Selatan,” ujar Rusmanto saat memaparkan rencana proyek, Rabu (6/5/2026).

Di Kauman, TPS3R akan dibangun di sekitar kawasan makam Kadilangu. Sementara lokasi di Kasepuhan yang sebelumnya direncanakan berada di Gorsari dipindahkan ke Denasri Kulon agar lebih efektif secara operasional.

Namun perhatian terbesar justru tertuju pada TPS3R di Proyonanggan Selatan, tepatnya di kawasan THR Kramat.

TPS Sampah Disulap Jadi Lebih Estetis

Berbeda dari tempat pembuangan sampah pada umumnya, TPS3R di THR Kramat akan dirancang dengan konsep ramah lingkungan dan lebih estetis.

Pemerintah daerah ingin menghilangkan kesan kumuh yang selama ini identik dengan fasilitas pengelolaan sampah.

Bangunan TPS3R nantinya tidak akan terlihat langsung dari jalan raya karena akan ditutup dengan tanaman hijau sebagai kamuflase alami.

“Bangunannya nanti tidak terlihat langsung dari pinggir jalan. Kita kasih tanaman-tanaman sebagai pagar,” jelas Rusmanto.

Konsep ini dipilih karena di lokasi tersebut juga telah berdiri Bank Sampah aktif yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kurangi Beban Sampah hingga Hampir Separuh

Pembangunan tiga TPS3R baru ini diproyeksikan membawa dampak besar bagi sistem pengelolaan sampah perkotaan Batang.

Setiap TPS3R mampu mengolah hingga 15 ton sampah per hari. Dengan demikian, ketiga fasilitas itu dapat menangani total 45 ton sampah harian.

Angka tersebut cukup signifikan jika dibandingkan dengan beban TPA Randu Kuning yang saat ini menerima sekitar 90 hingga 100 ton sampah setiap hari.

Artinya, hampir separuh sampah perkotaan berpotensi tidak lagi dibuang langsung ke TPA.

“Harapannya, kalau TPS3R dan TPST Sentul sudah berjalan, sampah sisa baru kita olah di Randu Kuning,” kata Rusmanto.

Tinggalkan Sistem Open Dumping

Pemerintah Kabupaten Batang juga mulai menyiapkan perubahan besar dalam sistem pengelolaan sampah daerah.

Praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka yang selama ini digunakan di TPA Randu Kuning secara bertahap akan dihentikan.

Sebagai gantinya, kawasan tersebut direncanakan bertransformasi menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Transformasi ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk membangun sistem ekonomi sirkular yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Batang Hasilkan 430 Ton Sampah per Hari

Berdasarkan data DLH, timbulan sampah di Kabupaten Batang tergolong tinggi.

Dengan koefisien produksi sampah sebesar 0,57 kilogram per orang, jumlah penduduk Batang yang mencapai sekitar 860.000 jiwa berpotensi menghasilkan 430 ton sampah setiap hari.

Meski demikian, tidak seluruh sampah masuk ke sistem pengelolaan DLH karena sebagian masyarakat desa telah memiliki pola pengolahan mandiri.

Pemerintah daerah optimistis pembangunan infrastruktur pengolahan sampah tahun ini menjadi langkah awal untuk keluar dari ancaman darurat sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.

author avatar
Patrazone

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button