Dialog Pendidikan di UMPP Pekalongan: Sukirman dan Abdul Mu’ti Bicara Masa Depan Sekolah Indonesia

Patrazone.com – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, hadir dalam forum dialog pendidikan yang digelar di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Kedungwuni, kemarin. Acara itu menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, sebagai pembicara utama.
Forum tersebut mengangkat tema penguatan fondasi pembelajaran untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta menjunjung martabat guru dan peserta didik. Tak hanya dihadiri jajaran pimpinan kampus, tenaga pendidik, dan pengawas sekolah, acara ini juga melibatkan perwakilan dinas pendidikan dari Kabupaten dan Kota Pekalongan.
“Education for All”: Pemerataan Akses Pendidikan
Dalam pemaparannya, Abdul Mu’ti menekankan arah kebijakan pendidikan nasional yang kini berfokus pada pemerataan akses sekaligus peningkatan kualitas pembelajaran.
“Konsep yang kami dorong adalah education for all. Seluruh anak Indonesia harus bisa mengakses pendidikan, tidak hanya melalui jalur formal, tetapi juga jalur nonformal dan informal,” ujarnya di hadapan peserta forum.
Ia menambahkan, pemerintah terus memperluas jangkauan pendidikan melalui program kesetaraan seperti Paket A, B, dan C, serta penguatan lembaga nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Langkah ini sejalan dengan misi inklusivitas pendidikan, di mana setiap anak, tak peduli latar belakang atau lokasi geografis, berhak mendapatkan layanan belajar yang layak.
Kualitas Guru dan Teknologi: Duet yang Tak Terpisahkan
Abdul Mu’ti juga menyoroti peran guru sebagai faktor penentu keberhasilan pendidikan. Menurutnya, teknologi canggih saja tidak cukup jika kualitas pendidik belum memadai.
“Secanggih apa pun teknologi pembelajaran, jika gurunya tidak berkualitas, maka teknologi itu akan menjadi barang mati. Guru bukan hanya agent of learning, tetapi juga agent of civilization,” tegasnya.
Pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi digital, distribusi perangkat pembelajaran, hingga metode deep learning agar siswa mampu belajar lebih bermakna dan menyenangkan. Pendekatan ini ditujukan untuk memperbaiki capaian belajar serta meningkatkan literasi dan numerasi anak.
Pembentukan Karakter Lewat Hidden Curriculum
Tak hanya fokus pada akademik, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya pembentukan karakter. Ia mendorong penerapan hidden curriculum, yaitu penanaman nilai-nilai positif melalui kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah.
“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti disiplin, gotong royong, dan empati perlu ditanamkan melalui kehidupan sehari-hari di sekolah,” jelasnya.
Revitalisasi Sekolah dan Infrastruktur
Dalam dialog itu, Mendikdasmen menyinggung langkah pemerintah memperbaiki sarana prasarana sekolah, termasuk di Kabupaten Pekalongan. Revitalisasi ini dipadukan dengan pemanfaatan teknologi agar proses belajar mengajar lebih efektif dan menarik bagi siswa.
Forum pendidikan di UMPP ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan sekolah yang aman, guru berkualitas, dan siswa yang bahagia serta mampu berkembang secara optimal. Sebuah langkah konkret yang diharapkan bisa menjadi model bagi wilayah lain di Indonesia.



