Ngopi Bareng Bakul Jajan, Sukirman Dorong UMKM Pekalongan Naik Kelas dan Jadi Destinasi Wisata Kuliner

Patrazone.com — Aroma jajanan tradisional bercampur kopi hangat menyambut ratusan warga yang memadati UMKM Center Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jumat (8/5/2026). Suasana santai namun penuh semangat itu menjadi gambaran hidup geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terus tumbuh di daerah tersebut.
Melalui kegiatan bertajuk “Ngopi Bareng Bakul Jajan”, Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis UMKM lokal.
Plt Bupati Pekalongan Sukirman hadir langsung bersama jajaran Forkopimda dan kepala OPD untuk menyapa para pedagang sekaligus mendengar aspirasi masyarakat secara lebih dekat.
Namun kegiatan hari itu tidak dimulai dari meja pertemuan formal. Sebelum tiba di lokasi acara, rombongan terlebih dahulu menggelar gowes bersama dari kawasan Setda Kabupaten Pekalongan menuju Kedungwuni.
Di tengah perjalanan, mereka juga meninjau fasilitas Dapur SPPG di Desa Pegaden Tengah sebagai bagian dari agenda pemantauan pelayanan publik.
Turut mendampingi Sukirman, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf dan Dandim 0710/Pekalongan Letkol Arm Garry Herlambang.
UMKM Jadi Wajah Ekonomi Rakyat
Sesampainya di UMKM Center Kedungwuni, suasana langsung terasa hidup. Deretan stan kuliner dipenuhi pengunjung yang berburu aneka makanan khas Pekalongan, mulai dari jajanan tradisional hingga kuliner modern yang digemari anak muda.
Sukirman tampak berbaur bersama warga. Ia sesekali berhenti di stan pedagang untuk mencicipi makanan sambil berbincang santai dengan pelaku usaha kecil.
Menurutnya, berkumpulnya pelaku UMKM dalam satu kawasan menjadi simbol kuat bahwa ekonomi masyarakat Kabupaten Pekalongan terus bergerak positif.
“Seluruh kuliner khas Kabupaten Pekalongan berkumpul di sini. Ini menunjukkan semangat pelaku UMKM kita sangat luar biasa,” ujar Sukirman.
Ia menilai sektor kuliner masih memiliki peluang besar untuk berkembang, terutama jika didukung fasilitas publik dan destinasi penunjang yang memadai.
Siapkan Wisata Olahraga dan Kuliner
Pemerintah Kabupaten Pekalongan saat ini juga tengah menyiapkan pengembangan kawasan olahraga yang diharapkan mampu memberikan efek ekonomi berantai bagi masyarakat sekitar.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah optimalisasi sirkuit olahraga yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas baru masyarakat.
Menurut Sukirman, jika kawasan olahraga berkembang, maka sektor wisata dan kuliner lokal otomatis ikut tumbuh.
“Kalau nanti sirkuit sudah berjalan optimal, tentu dampaknya akan besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Aktivitas wisata dan kuliner bisa berkembang bersama,” katanya.
Ia berharap UMKM Center Kedungwuni ke depan tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Pekalongan.
Konsep yang disiapkan pemerintah daerah menggabungkan olahraga, hiburan, dan wisata kuliner dalam satu kawasan terpadu.
“Ke depan kami ingin tempat ini menjadi destinasi wisata olahraga sekaligus pusat kuliner masyarakat Kabupaten Pekalongan,” tambahnya.
Ruang Bertemu Pemerintah dan Warga
Bagi para pelaku UMKM, kegiatan seperti Ngopi Bareng Bakul Jajan bukan sekadar acara seremonial. Kehadiran pemerintah daerah secara langsung memberi ruang komunikasi yang lebih dekat dengan pedagang kecil dan masyarakat.
Selain menjadi ajang promosi produk lokal, kegiatan tersebut juga membuka peluang kolaborasi agar UMKM lebih siap bersaing di tengah perubahan tren pasar dan perkembangan ekonomi digital.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap kegiatan serupa dapat rutin digelar untuk memperkuat daya saing UMKM lokal sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi daerah.
Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, geliat para “bakul jajan” di Kedungwuni menjadi bukti bahwa sektor UMKM masih menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.



